Pelatih Bob Bradley dan skuad tak kenal lelahnya akan bermain dengan semangat balas dendam saat menghadapi Ghana di Royal Bofokeng Stadium. Ghana yakin seluruh publik Afrika berdoa untuk mereka, dan para dukun semua suku di Benua Hitam mengelar upacara memanggil arwah untuk membantu satu-satunya wakil Afrika yang tersisa.
Amerika Serikat (AS) menjuara Grup C dengan mendepak Aljazair, salah satu wakil Afrika. Mereka berpotensi membuat seisi Benua Hitam menitikan air, dengan menyingkirkan Ghana.
Black Stars, julukan Ghana, adalah tim beruntung. Mereka lolos ke babak kedua sebagai runner up Grup D berkat unggul selisih gol atas Australia. Ghana menjadi satu-satunya tim yang tak mampu mencetak gol dari open play. Dua gol Ghana dibuat Asamoah Gyan dari titik penalti.
AS punya sejarah di Piala Dunia. Mereka mencapai perempat final di tahun 2002. Di tahun 1930, mereka mencapai semifinal, sebelum dikalahkan Argentina.
Empat tahun lalu, AS berambisi mengulang pencapaian 2002, tapi Ghana mengalahkan mereka 2-1 di Nuernberg. AS gagal melangkah ke babak kedua. Oguchi Onyewu, Steve Cherundolo, Clint Dempsey, DaMarcus Beasley, dan
Landon Donovan, masih mengenang kekalahan mengenaskan itu. Mereka ingin mengapus kenangan buruk itu, dan mengulang sukses Piala Dunia 2002.
"Kami telah mempersiapkan segalanya. Kami menyaksikan semua laga Ghana untuk mengetahui kelemahan mereka," ujar Bradley.
Pemain Ghana, masih menurut Bradley, sangat atletis dan berbakat. Bradley yakin satu-satunya cara mengatasi Ghana adalah dengan disiplin tinggi.Bradley tahu sebagian besar mereka yang hadir di Royal Bafokeng akan mendukung Ghana. Namun di stadion ini pula AS kali pertama mendapatkan keberuntungan ketika menahan Inggris 1-1, akibat blunder penjaga gawang Robert Green.
"Tapi saya yakin masih bisa melihat puluhan, atau mungkin ratusan fans, mengecat wajah mereka dengan bendera AS," kata Bradley.
"Saya juga masih bisa melihat mereka bergerombol di dekat bis tim AS, mengibarkan bendera, seperti yang kami saksikan saat usai mengalahkan Aljazair," lanjutnya.
Milovan Rajevac, pelatih Ghana, mengimbau seluruh penduduk Afrika agar berada di belakang Black Stars. Menurutnya, Ghana kini tidak lagi membawa nama negara, tapi kehormatan Afrika.
"Saya berharap kami diuntungkan dengan banyak dukungan dari negara-negara Afrika," kata pelatih asal Serbia itu.
Namun Rajevac kesulitan menjawab pertanyaan bagaimana mengatasi tumpulnya lini depan Ghana? Di tiga laga babak penyisihan, Ghana bermain dengan Asamoah Gyan sendirian di depan, tapi lini tengahnya tak kreatif.
Akibatnya, Ghana hanya bisa mencetak dua gol di tiga laga. Kedua gol berasal dari eksekusi penalti yang dilakukan Gyan.
AS sebaliknya. Mereka mencetak empat gol di tiga pertandingan. Dua gol ke gawang Slovenia memperlihatkan kualitas serangan mereka. Dua lainnya, ke gawang Jerman dan Aljazair, berbau sedikit keberuntungan.
Michael Bradley, putra Bob Bradley, berjanji tampil seperti ketika menghadapi Slovenia -- atau ketika mereka tertinggal dua gol, dan mampu menyamakan kedudukan.
"Kami berkomitmen akan terus bertempur sampai wasit meniup peluit akhir pertandingan. Kami akan memberikan segalanya," ujar Michael.
Michael yakin Ghana masih akan kesulitan mencetak gol open play, karena mereka diperkuat pemain muda tak berpengalaman. Sedangkan AS berpengalaman di Piala Konfederasi, dan masih berintikan pemain yang tampil empat tahun lalu di Jerman.
Amerika Serikat
30-05-2010 Amerika Serikat 2 - 1 Turki
05-06-2010 Amerika Serikat 3 - 1 Australia
13-06-2010 Inggris 1 - 1 Amerika Serikat
18-06-2010 Slovenia 2 - 2 Amerika Serikat
23-06-2010 Amerika Serikat 1 - 0 Algeria
Ghana
02-06-2010 Belanda 4 - 1 Ghana
05-06-2010 Ghana 1 - 0 Latvia
13-06-2010 Serbia 0 - 1 Ghana
19-06-2010 Ghana 1 - 1 Australia
24-06-2010 Ghana 0 - 1 Jerman
Situasi Amerika Serikat
Bob Bradley tidak punya masalah dengan cedera pemain. Robbie Findlay telah kembali dari masa hukuman. Centre-back Oguchi Onyewu kemungkinan kembali ke starting line up, menggeser Jonathan Bornstein.
Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Howard, Cherundolo, DeMerit, Onyewu, Bocanegra; Donovan, M. Bradley, Edu, Dempsey; Altidore, Findley
Situasi Ghana
Pelatih Milovan Rajevac diperkirakan tidak akan membuat banyak perubahan. Kalau pun ada, mungkin hanya Dominic Adiyat yang menggantikan Kwadwo Asamoah di lini tengah.
Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Kingson, Pantsil, John Mensah, Addy, Sarpei; Annan, KP Boateng; Tagoe, Adiyiah, Ayew; Gyan
Pemain Layak Diamati
Landon Donovan: Dialah salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepakbola AS. Dia memperlihatkan pengaruhnya di pertandingan terakhir melawan Aljazair, dengan mencetak gol yang meloloskan AS ke babak kedua. Donovan kini mengejar obsesinya mengulang sukses Piala Dunia 2002.
Asamoah Gyan: Di dua laga pertama, Asamoah Gyan mencetak gol dari titik penalti. Sebagai striker, Gyan berutang gol open play kepada publik pendukungnya. Gyan akan menjadi ancaman serius AS.
Prediksi
Kedua tim telah melakukan sesuatu yang luar biasa sejauh ini. Sulit memprediksi siapa yang akan lolos ke perempat final. Namun Castrol World Cup Match Predictor memperkirakan kesempatan AS memenangkan laga 46 persen, Ghana 28 persen. Kesempatan seri 26 persen.
Amerika Serikat 2-1 Ghana