
Hari ini, Senin (17/01), pemerintah melakukan diskusi dengan RIM terkait keseriusan RIM untuk menjalankan komitmen mereka sebagai produsen smartphone sekaligus penyelenggara layanan BlackBerry. Diskusi dilaksanakan di Gedung Sapta Pesona, Ditjen Postel, Jakarta.
Petinggi RIM yang datang adalah Managing Director Asia Pacific Gregory Wade, Directorof Goverment Relation Jesson Soundersson, Senior PR Manager Asia Pasific RichardOliver Pilgerstorfer, konsutan hukum RIM dan atase perdagangan Kanada.
Pemerintah diwakili oleh Dirjen Sumber Daya Pos dan Informatika Muhammad Yudistiawan,Dirjen Penyelenggara Pos dan informatika Sukri Batubara dan Dirjen Aplikasi InformatikaAswin Sasongko."Kami ingin meminta keseriusan RIM dalam mejalankan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.Ketegasan untuk memblokir tetap ada jika RIM menolak untuk bekerja sama menghentikanakses porno," ujar Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S DewaBroto.
Kemenkominfo mengancam memblokir RIM jika produsen BlackBerry itu tak memenuhi permintaan pemerintah RI. Menkominfo Tifatul Sembiring sendiri menegaskan tak akan memberi toleransi pada pihak manapun yang memberi akses pada pornografi.
Hingga berita ini diturunkan, layanan BlackBerry yang dimaksud masih bisa digunakan. Seperti diketahui Tifatul mengeluarkan ultimatum terhadap RIM agar menutup akses terhadap situs porno yang masih bisa dibuka di BlackBerry yang digunakan di Indonesia.
Dalam ultimatumnya, vendor asal Kanada itu diberi tenggat waktu selama dua minggu. Jika sampai 17 Januari 2011 akses terhadap situs porno tak juga ditutup, maka enam operator mitra RIM akan diminta menghentikan layanan BlackBerry.