Dionysius Hayom Rumbaka gagal menunjukkan performa terbaiknya di babak pertama Djarum Indonesia Open Super Series 2010, Rabu (23/6). Tidak seperti penampilannya, minggu lalu di Singapura super series, ketika mampu menahan unggulan pertama Lee choong Wei (Malaysia) dengan tiga game.
Bermain di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Hayom tampil tidak percaya diri dan kalah straight game 21-10, 21-14 dalam waktu 31 menit. Berbeda dengan penampilannya di Singapura, Choong Wei kali ini lebih siap dalam menghadapi Hayom. Hayom pun mengakui perubahan dalam kondisi lawannya.
Menurut Hayom, tekanan dalam pertandingan ini lebih besar dibanding saat bertemu di Singapura. "Kecepatan dan power Choong Wei lebih baik. Saya jadi kesulitan mengatasi permainannya. Keinginan terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan justru jadi bumerang, dan menyebabkan unforce error," katanya usai pertandingan.
Pada game pertama Hayom sangat tertekan hingga kesulitan untuk melakukan serangan. Kecepatan Choong Wei membuat Hayom sulit untuk membalikan keadaan. Bahkan justru dia semakin tertutup permainanya. Baru pada game kedua Hayom bisa memberikan perlawanan. Tapi sayangnya itu hanya terjadi di awal game kedua. Hingga kedudukan 3-3, Hayom kembali terkunci, sebaliknya Choong Wei justru terus melaju.
"Hayom terlalu terburu. Memang tipikal permainannya menyerang, namun main cepat tanpa kontrol justru tidak membuahkah hasil. Harusnya Hayom bisa bermain save dahulu untuk mengamankan game kedua," tutur pelatih tunggal putra Agus Dwi Santoso.
Sementara itu, Choong Wei menuturkan, kondisinya di Indonesia Open memang lebih baik dibanding saat di Singapura. Cedera kambuhan lutut kiri yang sempat kambuh saat melawan Hayom tadi dianggapnya bukan suatu masalah.
Mengenai persaingan, Choong Wei mengatakan, kendati tidak ada Cina, namun tiga tunggal Indonesia Taufik Hidayat, Simon santoso, dan Sony Dwi Kuncoro dapat menjadi batu sandungan. Terutama Sony, dia menilai, jika Sony dalam kondisi terbaiknya sangat berbahaya